December 20, 2019

Ole Gunnar Solskjaer: Latih Manchester United Selalu Jadi Tujuan Saya

Ole Gunnar Solskjaer merayakan satu tahun penunjukkannya sebagai juru latih Manchester United tepat pada 19 Desember kemarin, dan ia tengah memenuhi mimpinya untuk menukangi klub yang telah membesarkan namanya.

Manajer asal Norwegia itu awalnya diangkat sebagai caretaker dengan status pinjaman dari Molde untuk menggantikan Jose Mourinho yang dipecat, hingga akhirnya dipermanenkan pada Maret tahun ini.

Sebelum menduduki kursi manajer Setan Merah, Ole, yang pensiun sebagai pemain di Old Trafford, pernah menukangi tim cadangan seusai gantung sepatu. Ia lantas melanjutkan karier melatih di Molde dari 2011 sampai 2014 dan sempat menjajal peruntungan di Cardiff City, meski akhirnya terdegrasi dan kembali ke klub lamanya di Norwegia pada 2015.

Kepada UTD Podcast, Ole menceritakan perjalanan karier melatihnya dari Molde, memilih Cardiff dan berakhir di United.

“Saya ke Cardiff karena saya pikir di sana ada potensi buat saya untuk melakukan hal bagus bersama mereka dan membuat semua orang di Man United terkesan karena itu [melatih mereka] selalu jadi tujuan saya,” kata Ole.

“Saya selalu ingin datang ke sini ke United. Namun waktu itu tidak terealisasi dan saya kembali ke Molde. Ketika saya meneken kontrak di sana, saya selalu tekankan ‘jika Man United datang untuk saya, saya ingin dalam kontrak tertulis saya bisa pergi secara cuma-cuma – jika mereka datang, jika mereka menghubungi, entah saya tuli atau naif atau cukup bodoh untuk meyakini itu.

“Dan tentunya tidak ada orang yang berpikir demikian setelah apa yang saya lakukan bersama Cardiff. Namun dalam kontrak saya tertulis seperti itu dan ini adalah satu-satunya klub untuk saya.”

Setelah dihubungi United untuk menggantikan Mourinho, Ole mengungkap ada tiga orang yang ia hubungi, salah satunya adalah Mike Phelan yang sekarang jadi asistennya.

“Saya mencoba menghubungi Mick Phelan karena saya tahu saya membutuhkan dia,” lanjutnya. “Dia waktu itu tengah melakukan sesi pelatihan di sebuah kampus di Burnley dan saya tidak bisa menghubunginya. Dari momen saya dapat telepon [dari United], saya meneleponnya, terus meneleponnya.

“Saya pertama-tama juga menghubungi manajer [Sir Alex] dan bilang ‘Saya ditawari ini dan apa pendapatmu?’ Dia balas ‘Ya, kamu akan baik-baik saja’. Ketika itu saya tahu saya membutuhkan Mick. Saya akhirnya bisa menghubungi da dan dia berkata ya. Dia menerima 150 panggilan tak terjawab. Manajer juga meneleponnya dan bilan ‘Kamu harus bicara dengan Ole’.

“Saya ingat saya gugup ketika berjalan untuk bertemu para pemain pertama kali. Mereka duduk di sana dan menunggu, tentunya. Saya berbicara dengan Carras [Michael Carrick] di hari setelah pihak klub menghubungi saya dan dia menceritakan apa yang para pemain lakukan di tempat latihan. Saya memiliki percakapan yang bagus dengan dia karena Michael adalah sosok top.”